Pembangunan Kampung Akuarium di Bukit Duri dan Kunir Jakarta

Pembangunan Kampung Susun Akuarium,

Pembangunan Kampung Susun Akuarium,

Pasca penataan Kampung Kunir dan Bukit Duri, tiga dari lima blok baru akan diperkenalkan.

Menurut laporan, penataan Kampung Akuarium di Penjaringan, Jakarta Utara, hanya akan menyelesaikan dua dari lima blok rumah susun dalam rencana aksi masyarakat (CAP) pada pelantikan Agustus. Warga dan tim advokasi pengelolaan desa telah mendesak pemerintah DKI Jakarta untuk berkomitmen menyelesaikan reformasi permukiman yang menjadi model penataan 21 kawasan kumuh kota.

“Sebelumnya penyewa menolak menempati rusun tersebut karena solidaritas. Namun, karena dana pembangunan bersumber dari surat persetujuan penetapan penggunaan lokasi (SP3L) bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kita hanya butuh ikrar untuk memastikan. itu dilakukan tepat waktu, ”kata Dharma Diani, Koordinator Warga Kampung Akuarium, kepada Tempo kemarin.

Diani membenarkan pernyataan pemerintah provinsi bahwa pembangunan fisik dua blok rumah susun berlantai lima di sana hampir rampung. Menurut dia, warga yang masih berada di kawasan itu sangat menantikan rampungnya pembangunan dua blok tersebut sebagai hunian baru. Sedangkan tiga blok sisanya akan diisi oleh warga Kampung Akuarium yang sudah pindah ke berbagai rumah susun atau rumah kontrakan. “Pemprov menyampaikan kepada kami bahwa sisa pembangunan Kampung Akuarium sudah selesai mengikuti SP3L Kampung Kunir dan Kampung Bukit Duri,” jelas Diani.

Pemerintah provinsi tidak menggunakan APBD untuk mendanai renovasi permukiman kumuh. Menurut detail DKI, pembangunan Kampung Akuarium tahap awal akan menelan biaya hingga Rp. 62 miliar, yang berasal dari skema persetujuan penunjukan penggunaan lokasi (SP3L) PT Almaron Perkasa.

Topas Juanda, Ketua Rukun Tetangga (RT) 012 Rukun Warga (RW) 04 Penjaringan, menyatakan pemerintah sudah berkomitmen untuk menyelesaikan desain Kampung Akuarium. Menurut dia, tiga gedung apartemen di lokasi tersebut dan seluruh fasilitas umum akan selesai dibangun menyusul selesainya Tower B dan D. Pekerjaan fisik akan terus berlanjut di bulan puasa. “Intinya, masyarakat sudah bisa mengakses apartemen ini pada Agustus mendatang,” kata Topas.

Pada 17 Februari 2021, pembangunan Akuarium Kampung Susun di Jakarta akan selesai.

Hingga berita ini diturunkan, Pemprov DKI belum mengakui keterlambatan pembangunan Kampung Akuarium. Sarjoko, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor PRKP, mengatakan hanya dua menara awal Kampung Akuarium yang sudah selesai dibangun hingga 87,5 persen.

DKI saat ini bekerja sama dengan PT Nusa Konstruksi Engineering dalam bidang arsitektur, mekanik, kelistrikan, dan perpipaan. Sarjoko melanjutkan, “Proyek tersebut sudah berjalan sejak Desember 2020 dan sengaja dipercepat untuk memenuhi tenggat waktu pelantikan Agustus.” Pada titik ini, kedua gedung apartemen akan menyediakan 103 unit hunian melalui desain split level dan void lantai dasar. “Pekerjaan selesai dalam jangka waktu 24 jam. Selain itu, kami bekerja pada akhir pekan dan hari libur,” ujarnya.

Elisa Sutanudjaja, Direktur Rujak Center for Urban Studies, sebuah organisasi pendamping yang berdedikasi pada padatnya pengelolaan permukiman, menyatakan bahwa berbagai persoalan masih terus terjadi akibat pembangunan dan penataan kampung kumuh di ibu kota. Meski pembangunan sudah dimulai, ia menyatakan keprihatinannya tentang status program community action plan (CAP) dan proyek pembangunan di daerah itu.

Dia menantang kepastian desain tiga menara yang tersisa. Pembangunan 21 desa kumuh prioritas berpedoman pada Keputusan Gubernur 878 tahun 2018 yang membentuk Satgas Pengelolaan Desa dan Masyarakat. “Ini menandakan perlindungan hukum tidak memadai. Bisa diganti saat ada pergantian gubernur,” kata Elisa.

Di sisi lain, imbuhnya, Pemprov salah memahami gagasan rencana aksi masyarakat untuk kawasan kumuh perkotaan yang hanya berfokus pada pertumbuhan fisik. Menurut dia, tujuan utama CAP adalah mendorong pembangunan berkelanjutan di pedesaan. Tujuannya, jelas Elisa, tidak sekadar menggelar tender pembangunan rumah susun. “Saat ini belum terlihat pertumbuhan manusia,” ujarnya.

Exit mobile version