Isi surat wasiat Pitto teroris pelaku bom bunuh diri makassar

Niat pelaku bom bunuh diri di Katedral Makassar.

Pria pelaku bom bunuh diri yang meledakkan bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, menyerahkan surat wasiat kepada orang tuanya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan hal itu dalam permintaan pers pada 29 Maret 2021. “Ini menyisakan wasiat yang mengatakan orang yang mengucapkan selamat tinggal dan siap syahid,” jelasnya.

Tempo diberi perintah. L menuliskan pesan terakhirnya di secarik kertas putih. Berikut isinya:

Wasiat kepada orang yang saya cintai karena Allah

Wahai umi ku minta maafkan kalau ada salahku baik perilaku maupun lisanku. Jangan lupa senantiasa beribadah kepada Allah dan jangan tinggalkan salat. Semoga Allah kumpulkan kita di surga-Nya. Umi, sekali lagi minta maafkan. Ku sayang sekali, tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya.

Makanya saya tempuh jalanku sebagaimana nabi atau rasul Allah untuk selamatkanku dan bisa kita kembali berkumpul di surga. Satu pesanku buat kita umi, berhenti ambil uang di bank dan itu uang kontrak rumahku masih ada lima bulan di karyawan laundry, Rp 500 ribu/bulannya. Kontrakan ambil tiap bulan, simpanku untuk bayar pinjaman.

Pitto, minta maafkan kalau ada salahku dek, baik itu lisanku maupun perbuatanku dulu. Satu pesanku untuk kau dek, jaga umi baik-baik. Kau bisa jaga umi dan jangan juga malas-malasan salat dan jangan bergaul-gaul. Fokus saja bantu umi.

Istiqomah kita semua di jalan ini. Nah umi, Pitto dan keluargaku yang saya cintai karena Allah. Semoga Allah kumpulkan kita di surga dan semua saudaranya dan keluarganya bapakku.”

L, pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, menandatangani surat dengan nama lengkap dan tanda tangan di bagian bawah.

Exit mobile version